Selain itu, asupan gizi yang baik untuk ibu juga sangat penting agar ibu bisa memberikan ASI yang cukup dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, agar tumbuh kembang bayi jadi optimal.
Pada masa laktasi, terjadi peningkatan kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang harus dipenuhi.
Jika ibu sampai kekurangan gizi pada masa laktasi ini, dr. Louise menjelaskan situasi ini bukan hanya bisa menganggu proses pemulihan paska melahirkan. Tapi juga memicu kerusakan pada organ tubuh yang lain.
“Kekurangan gizi pada ibu menyusui dapat menimbulkan kerusakan gigi dan tulang, anemia, gangguan pada mata dan penurunan kualitas dan kuantitas ASI,” lanjutnya.
Kualitas dan kuantitas ASI merupakan hasil dari asupan makanan ibu dan cadangan gizi ibu. Jika air susu yang dikonsumsi bayi, menurun kualitas gizinya maka bayi juga jadi mudah sakit karena daya tahan tubuhnya menurun.
“Kekurangan gizi pada bayi dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh, sehingga bayi rentan terhadap penyakit, gangguan kognitif, gangguan proses tumbuh kembang hingga stunting,” pungkas dr. Louise.
(Rizky Pradita Ananda)