Hal ini penting, untuk mencegah darah tersebut malah mengalir kembali ke dalam jalan napas dan justru masuk ke paru-paru yang nantinya akan mengganggu pernapasan. Ingat, jangan sekali-kali malah mendongakkan kepala dan berharap darah tidak keluar lagi.
Cara selanjutnya untuk menghentikan perdarahan yang terjadi di rongga hidung ini ialah dengan menekan rapat-rapat hidung dari sisi kanan kiri memakai ibu jari dan telunjuk selama sekitar 10 menit. Pada momen ini, minta anak untuk berusaha bernapas lewat mulut dan jika memungkinkan tempelkan es batu yang dibungkus kain atau ice-pack di pangkal hidung.
Dokter Martinus menyebut, cara di atas untuk mencegah pembuluh darah yang sudah pecah bisa mengecil. Jika ukurannya mengecil, pendarahan bisa lebih cepat berhenti.
“Tujuannya agar membantu pembuluh darah yang pecah di dalam rongga hidung mengalami proses vasokonstriksi, yaitu mengecil ukurannya. Sehingga perdarahan bisa lebih cepat berhenti,” pungkasnya.
Jika tindak penanganan pertama ini belum berhasil juga, disarankan segera bawa anak ke klinik atau rumah sakit terdekat agar dapat diberikan penanganan lebih lanjut.
(Rizky Pradita Ananda)