ORANG tua mana yang tak cemas jika anak tiba-tiba mengalami mimisan alias mengeluarkan darah dari hidung.
Mimisan yang istilah medisnya disebut epistaksis ini, memang bukan hanya bisa berupa tetesan tapi bisa juga darah yang mengalir deras dan banyak. Meski terkesan agak menakutkan, tetapi
kenyataannya sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya, tidak diakibatkan penyakit serius, dan mudah ditangani sendiri di rumah. Maka dari itu, orang tua wajib tahu dan paham bagaimana cara penanganan pertama jika anak mengalami mimisan.
Disampaikan dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A, spesialis anak dari RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, hal terpenting dalam menangani anak mimisan adalah jangan panik dan segera memposisikan anak agar darah yang keluar tidak malah masuk ke saluran napas.
“Posisi termudah adalah anak duduk dengan posisi kepala condong ke depan dan menunduk. Tujuannya, membiarkan darah yang keluar dari lubang hidung menetes jatuh ke bawah,” jelas dr. Martinus.
BACA JUGA:Perlu Deteksi Dini Leukimia Jika Mengalami Demam Berulang Berkepanjangan dan Mimisan
BACA JUGA:Anak Mimisan? Coba Atasi dengan Saran Dokter Ini Bunda!
Hal ini penting, untuk mencegah darah tersebut malah mengalir kembali ke dalam jalan napas dan justru masuk ke paru-paru yang nantinya akan mengganggu pernapasan. Ingat, jangan sekali-kali malah mendongakkan kepala dan berharap darah tidak keluar lagi.
Cara selanjutnya untuk menghentikan perdarahan yang terjadi di rongga hidung ini ialah dengan menekan rapat-rapat hidung dari sisi kanan kiri memakai ibu jari dan telunjuk selama sekitar 10 menit. Pada momen ini, minta anak untuk berusaha bernapas lewat mulut dan jika memungkinkan tempelkan es batu yang dibungkus kain atau ice-pack di pangkal hidung.
Dokter Martinus menyebut, cara di atas untuk mencegah pembuluh darah yang sudah pecah bisa mengecil. Jika ukurannya mengecil, pendarahan bisa lebih cepat berhenti.
“Tujuannya agar membantu pembuluh darah yang pecah di dalam rongga hidung mengalami proses vasokonstriksi, yaitu mengecil ukurannya. Sehingga perdarahan bisa lebih cepat berhenti,” pungkasnya.
Jika tindak penanganan pertama ini belum berhasil juga, disarankan segera bawa anak ke klinik atau rumah sakit terdekat agar dapat diberikan penanganan lebih lanjut.
(Rizky Pradita Ananda)