Namun, kekuatan cinta mereka rupanya mampu menggerakkan semua burung murai untuk mengasihani mereka. Burung murai tersebut terbang ke surga untuk membentuk jembatan di atas sungai, sehingga Niulang dan Zhinu bisa bertemu di jembatan murai.
Melihat kekuatan cinta yang indah itu, hati sang dewi pun ikut tergerak oleh cinta mereka. Sehingga, dia mengizinkan mereka bertemu di jembatan murai pada hari itu setiap tahun, yakni hari ketujuh bulan lunar ketujuh.
Itulah mengapa festival Qi Xi dijadikan momentum bagi para pasangan untuk mengekspresikan cinta mereka, yang biasanya dilakukan dengan memberikan serangkaian hadiah. Layaknya pasangan pada umumnya, hadiah dalam bentuk liburan romantis hingga menghabiskan waktu bersama adalah opsi yang tipikal untuk dipilih.
Pada malam Qi Xi, seulas hiasan Berangkai biasanya diletakkan di halaman rumah dan wanita yang belum atau sudah baru menikah dalam rumah tangga akan menghidangkan persembahan yang terdiri dari buah-buahan, bunga-bunga, teh dan bedak muka kepada Niulang dan Zhinu.
Setelah persembahan itu, separuh bedak tersebut ditaburkan pada atap rumah dan separuh lagi dibagi antara wanita-wanita lain. Dipercaya bahwa dalam praktik ini wanita-wanita diabadikan dengan kecantikan bersama Zhinu.
Satu lagi tradisi unik di malam Qi Xi, para gadis muda dipersilahkan melempar jarum jahitan kedalam sebuah mangkuk yang penuh diisi air sebagai ujian keterampilan menyulam. Jika jarum itu terapung, dipercaya bahwa gadis itu memang mahir menyulam.
(Salman Mardira)