Ia mengatakan saat ini masih tersisa sekitar 350 meter persegi lagi yang akan dikembangkan untuk pengadaan fasilitas olahraga lansia seperti sepeda statis, taman main dan lainnya. "Saat ini total pembangunan baru berkisar 85 persen terealisasi," katanya.
Keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi masukan bagi pendapatan desa melalui penyewaan lahan senilai Rp2,5 juta untuk 2x45 menit pertandingan.
Yudi berharap fasilitas Sakti Lodaya menjadi wisata alternatif bagi masyarakat luar wilayah Tasikmalaya yang ingin meluangkan waktu untuk berolahraga.
Fasilitas olahraga yang telah meraih penghargaan pemerintah untuk Desa Inspiratif 2018 dan inovatif 2019 itu terpilih sebagai salah satu lokasi peringatan puncak Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 yang dihadiri Menteri Sosial Tri Rismahari pada Ahad 29 Mei.
(Salman Mardira)