BERIKUT 8 fakta unik Pulau Maladewa yang belum banyak orang tahu. Maldives alias Maladewa merupakan negara kepulauan di Asia Selatan yang menjadi destinasi wisata dambaan banyak turis dunia.
Negara kepulauan ini menawarkan berbagai pemandangan pantai dan laut yang indah. Maladewa juga mempunyai geologi dan fakta unik yang membuat orang-orang semakin tertarik untuk mengunjunginya.
Sebab, seluruh negeri Maladewa ini terdiri dari 26 atol karang yang terbentuk setelah letusan gunung berapi bawah laut purba. Uniknya, Maladewa juga sebagai negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia.
BACA JUGA: 6 Destinasi Wisata Alam Laut di Sekitar Makassar, Pesonanya Memanjakan Mata
Masih banyak lagi lho keunikan-keunikan Maladewa. Penasaran? Berikut 8 fakta unik Pulau Maladewa yang belum banyak orang tahu, seperti dirangkum :
Negara kecil dengan banyak pulau
Seperti disebutkan tadi, bahwa Maladewa adalah negara terkecil di Asia. Luas Maladewa yakni 297.8 km² yang terdiri dari ribuan pulau. Diketahui, Maladewa memiliki sekitar 1.200 pulau. Tidak heran jika Maladewa menjadi negara yang paling tersebar di dunia.
Kurang dari seperlima pulaunya berpenghuni
Meskipun di Maladewa ada sekitar 1.200 pulau yang terbentang di seluruh negeri, tetapi hanya sekitar 200 di antaranya yang berpenghuni. Pada tahun 2019, Maladewa mempunyai sekitar 530.000 penduduk.
Negara terindah di dunia
Keunikan Maladewa lainnya yakni dijuluki sebagai negara terendah di dunia. Mengapa? Sebab, rata-rata, 1.200 pulaunya berada sekitar tujuh kaki di atas permukaan laut. Bahkan pada titik tertingginya, Maladewa masih hanya delapan kaki di atas permukaan laut. Di sana, terumbu-terumbu karang lah yang bertindak sebagai penghalang.
BACA JUGA: 5 Destinasi Wisata Air Populer di Jakarta, Cocok untuk Liburan Keluarga
Pertemuan kabinet bawah laut pertama di dunia
Pada tahun 2009, Presiden Maladewa saat itu Mohamed Nasheed mengadakan rapat kabinet yang tidak lazim. Bagaimana tidak, rapat kabinet itu dilakukan bukan di ruang rapat atau gedung pemerintahan, melainkan diadakan di dasar laut. Dalam rapat itu, ada 11 menteri menandatangani dokumen yang menyerukan pengurangan emisi karbon secara global.
Gerakan yang dipimpin oleh Nasheed tersebut, ditafsirkan sebagai seruan simbolis untuk meminta bantuan atas naiknya permukaan laut yang mengancam akan menenggelamkan sebagian besar daerah dataran rendah di Maladewa pada tahun 2100.