BUDAYA dan tradisi Indonesia dikenal sangat beragam, dan unik. Salah satunya, tradisi kuping atau telinga panjang yang dikenal khas dari suku Dayak.
Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasan asal usul kuping panjang dari suku Dayak dirangkum MNC Portal dari berbagai sumber. Secara umum, kecantikan dilihat dari wajah, namun berbeda dengan Suku Dayak.
Wanita Dayak memiliki keunikan, yang kecantikan seorang wanita Dayak bukan dinilai dari wajah, tetapi dari telinganya. Diketahui, telinga panjang suku Dayak disebut tradisi 'Telingaan Aruu'.
Maksudnya, belum dikatakan cantik wanita, bila belum memanjangkan daun telinganya. Tradisi Telingaan Aruu dimulai saat masih bayi dan dikenal dengan sebutan 'Mucuk Penikng'.
Telinga panjang memiliki tujuan, seperti kalangan Dayak Kayan, mereka melakukan pemanjangan telinga sebagai identitas kebangsawanan seseorang.
Khusus, perempuan, pemanjangan telinga digunakan untuk menunjukan identitas kebangsawanan, juga sebagai pembeda.
Perlu diketahui, suku Dayak ini, telinga panjang memiliki tujuan lain, seperti melatih kesabaran berat akibat manik-manik menempel pada telinga dan digunakan setiap hari. Dalam penggunaan beban di telinga, rasa sabar dan penderitaan agar semakin terlatih.
Ternyata aturan dalam telingaan juga, bagi kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan telinganya sampai melebihi bahunya. Sementara kaum perempuan diperbolehkan memanjangkan hingga sebatas dada.
(Rizka Diputra)