Sperma Encer Tanda Pria Tidak Subur, Mitos atau Fakta?

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 23 Mei 2022 21:00 WIB
Sperma encer bukan berarti pasti tidak subur (Foto: Timesofindia)
Share :

3. Kekurangan Zinc

Kekurangan zinc dapat memicu tubuh membentuk antibodi terhadap sperma. Hal ini membuat tubuh secara keliru menghancurkan sel sperma karena dianggap sebagai benda asing. Ini menyebabkan rendahnya jumlah sperma yang diproduksi.

Kekurangan zinc dapat diatasi dengan konsumsi sejumlah makanan. Misalnya, daging, kacang-kacangan, gandum, dan susu. Konsumsi suplemen juga dapat membantu mencukupi jumlah zinc dalam tubuh.

4. Pre-Ejakulasi


Cairan pre-ejakulasi seringkali disalahartikan sebagai cairan sperma yang encer. Umumnya, sering keluar saat sedang pemanasan. Biasanya, cairan tersebut mengandung sangat sedikit sperma.

5. Ejakulasi Retrograde

Saat ejakulasi, cairan sperma akan melewati uretra dan keluar dari lubang pada penis. Dalami kelainan fungsi kandung kemih, terjadi arus balik cairan semen naik ke kandung kemih yang dikenal dengan ejakulasi retrograde. Dalam kondisi ini, jumlah semen akan berkurang atau konsistensinya menjadi lebih encer.

Sperma yang selalu encer dapat menandakan masalah kesuburan atau kondisi medis lainnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter. Contohnya, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Misalnya, tes analisis semen untuk menilai jumlah, ukuran, bentuk, volume, dan gerak sperma yang berpengaruh terhadap kesuburan.

Mengubah pola hidup juga dapat membantu mencegah sperma encer dan meningkatkan kualitas cairan sperma. Hal yang bisa dilakukan misalnya menjaga berat badan tetap ideal, berhenti merokok, tidur yang cukup, serta mengurangi stres dan konsumsi alkohol.

Sperma encer seringkali bersifat sementara dan dapat kembali normal dengan sendirinya. Perlu diketahui, sperma encer tidak selalu berarti tidak subur. Hal ini bisa juga disebabkan oleh faktor lain seperti pola hidup, nutrisi yang kurang, dan gangguan medis tertentu.

Kondisi sperma encer yang terus terjadi sebaiknya diperiksakan ke dokter agar dapat dianalisis lebih lanjut dan mendapat penanganan berdasarkan penyebabnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya