Mengenal Mesin Mimpi, Cara Menonton Seni dengan Mata Tertutup

Agregasi VOA, Jurnalis
Jum'at 13 Mei 2022 18:02 WIB
Orang sekitar dreamachine (Foto AP via VOA)
Share :

SEKELOMPOK seniman, musisi, dan ilmuwan Inggris berkolaborasi menciptakan sebuah pertunjukan seni yang bisa “ditonton” dengan mata tertutup.

Menonton dengan mata tertutup. Banyak orang mungkin sulit memahami, apa arti pernyataan itu. Namun, itulah pertunjukan yang ditawarkan sekelompok seniman, musisi, dan ilmuwan Inggris lewat proyek mereka yang diberi judul “Dreamachine” atau “Mesin Mimpi."

Pada intinya, proyek ini memanfaatkan teknologi suara dan cahaya canggih untuk menciptakan kesan visual di benak seseorang, yang mungkin berbeda dari satu orang ke orang lain.

"Dreamachine menawarkan pengalaman imersif yang luar biasa yang kami gambarkan tidak seperti yang lain. Faktanya, yang paling sering digunakan untuk menggambarkannya adalah ‘tidak dapat dijelaskan’. Proyek ini hasil kolaborasi orang-orang brilian yang memiliki pemikiran maju di bidang teknologi, seni, musik, filsafat, ilmu saraf, antropologi. Jadi ini adalah proyek sains seni yang unik," kata Jennifer Crook, direktur proyek Dreamachine.

Dreamachine diinspirasikan oleh karya seniman Brion Gysin pada tahun 1959 yang menggunakan teknik serupa untuk menciptakan visi kaleidoskopik.

Proyek itu sendiri berakar pada teori yang diajukan mendiang ahli saraf Inggris William Gray Walter yang disebut "revelation by flicker."

Menurut Walter, cahaya yang berkedip terang dapat menciptakan halusinasi visual, yang oleh para ahli saraf disebut sebagai induksi stroboskopik.

Tabish Khan, seorang kritikus seni, menggambarkan pengalamannya dengan Dreamachine.

“Dreamachine ini adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Itu sangat intens. Saya merasa seperti melalui sesuatu. Sesuatu yang tidak dapat saya jelaskan. Saya melihat cahaya terang, saya melihat cahaya berwarna sangat terang. dan kemudian pola berkedip. Dan kadang-kadang, saya merasa sangat cemas. Saya bisa merasakan jantung saya berdetak kencang di dada saya. Di lain waktu saya merasa sangat bahagia, dan itu berbeda di antara keduanya. Terkadang saya merasa sangat berat, tenggelam ke dalam kursi. Di lain waktu saya merasa tidak berbobot, seperti terangkat. Ini benar-benar aneh, dan saya tidak menyangka sama sekali," papar Khan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya