"Dia kurang zat besi, bisa jadi karena thalassemia di mana sel darah merahnya rusak, sehingga bisa pecah terus (sel darah). Pendarahan yang terus menerus, jadi anemia jangan disamakan dengan Thalassemia, sebab anemia adalah gejala," jelasnya.
Untuk penderita Thalassemia, dia menyarankan untuk tidak makan daging merah (kebalikannya dari anemia) atau asupan yang tinggi zat besi. Sebab mengingat Thalassemia memiliki dampak terburuk yaitu kerusakan hati, akibat kelebihan zat besi.
BACA JUGA: Anemia pada Bumil Berisiko Tubuh Bayinya Kecil
"Jadi kalau dalAm satu bulan hanya 30-60 mg (dibutuhkan) dan 2-6 mg yang keluar. Sehingga bila menerima 200mg perbulan akan terjadi kelebihan 170mg besi di dalam tubuh perbulannya. Dampaknya zat besi melekat di bagian organ-organ tubuh, seperti jantung, hati sama kelenjar endokrin," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)