3. Bridge (Setu Bandha Sarvangasana)
Sikap Asana lainnya adalah Bridge, posisi ini sebenarnya tidak dimulai dengan posisi duduk atau berdiri melainkan telentang. Sikap ini pada dasarnya meregangkan tubuh bagian atas seperti dada, leher, tulang punggung dan pinggul, juga menguatkan punggung, bokong dan paha bawah.
Peregangan ini kemudian mampu memperbaiki sirkulasi darah apabila dilakukan dengan teknik pernafasan yang baik. Pernafasan yang teratur pada saat menarik dan menghembus nafas menstimulasi organ dalam seperti paru-paru, kelenjar tiroid dan organ pencernaan untuk bekerja lebih baik. Beberapa ahli yoga menyebutkan bahwa sikap ini mampu meredakan gejala awal menopause jika dilakukan secara teratur.
Beberapa dari perempuan yang mengalami PMS seringkali merasa lelah tetapi kesulitan untuk tidur, sehingga sikap Bridge ini dapat membantu gangguan tidur kita seperti insomnia. Bridge dapat dilakukan di atas tempat tidur atau di lantai bergantung pada kenyamanan kita selama kepala bagian belakang, leher, pundak, lengan dan telapak kaki dapat sejajar.
Kesulitan awal dalam melakukan sikap ini adalah mengangkat bokong dan mempertahankannya selama 5-10 hitungan. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menganjal bagian pinggang dengan bantal atau guling.
Tiga sikap Asana di atas dapat dilakukan kapan pun kita merasa membutuhkannya, tapi lebih baik jika kita melakukannya sesaat sebelum tidur di malam hari dan setelah bangun tidur di pagi hari.
Setiap sikap dapat dilakukan selama 5-10 hitungan bergantung kepada kemampuan masing-masing orang. 1 hitungan dilakukan pada saat menarik nafas dalam sampai menghembus perlahan melalui mulut. Teknik pernafasan ini bahkan sangat penting untuk semua jenis sikap yoga sehingga dibutuhkan latihan pernafasan secara rutin.
Pada akhirnya dengan melakukan ketiga sikap ini, nyeri haid dan keluhan lainnya yang seringkali memang muncul pada 1-2 hari pertama haid, bahkan sampai selesai siklus menstruasi dapat dapat berkurang secara bertahap.