Dijelaskan, tingkat penyewa alat snorkeling tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, bahkan sebelum pandemi. Tidak hanya usaha miliknya yang ramai pengunjung, begitu juga penyedia alat snorkeling di sekitarnya.
"Ini berkah yang luar biasa, setelah dua masa pandemi kita tutup. Bahkan kunjungan tamu dan keuntungan sebelum pandemi, juga tidak sebanyak ini. Kami berharap pastinya pandemi segera berakhir, dan tamu terus datang ke Sabang,” katanya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang mencatat jumlah wisatawan yang keluar masuk Sabang mencapai 39.290 orang selama libur Lebaran, dan diharapkan menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata Sabang pascapandemi.
“Lonjakan wisatawan mulai terjadi pada 4-6 Mei 2022, yang mencapai lebih 3.000 orang per hari yang masuk Sabang,” kata Kabid Pemasaran Dispar Sabang, Murdiana.
Saat ini, kata dia, kondisi Sabang masih dipenuhi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar Aceh. Paling dominan wisatawan asal Sumatera Utara dan juga beberapa daerah lain dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
“Kondisi di Sabang saat ini masih ramai. Penginapan juga penuh, karena wisatawan sangat membludak tahun ini setelah pandemi dua tahun dan juga hari liburnya panjang,” tandasnya.
(Rizka Diputra)