PENYEBAB bisul di ketiak biasanya sama seperti penyebab bisul pada area kulit lainnya, yaitu adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kelenjar minyak di kulit atau folikel rambut. Tak hanya itu, ketiak merupakan daerah lipatan yang menjadi tempat favorit tumbuhnya bakteri.
Munculnya bisul umumnya ditandai dengan adanya benjolan yang berwarna kemerahan dan terasa nyeri. Benjolan ini biasanya berisi nanah yang menyebabkan rasa tidak nyaman.
Lantas, apa saja penyebab bisul di ketiak dan bagaimana mengatasinya? Umumnya, penyebab bisul di ketiak adalah karena adanya infeksi bakteri Staphylococcus aureus, namun ada juga hal-hal lain yang dapat menjadi penyebab munculnya bisul pada ketiak anda.
Kurang menjaga kebersihan tubuh
Bakteri akan mudah berkembang biak pada tubuh yang kotor, apalagi pada bagian lipatan tubuh yang cenderung lembab. Maka dari itu, menjaga kebersihan tubuh terutama di bagian lipatan menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan secara rutin.
Munculnya keringat berlebih
Orang yang memiliki keringat berlebih rentan terkena bisul di ketiak. Maka dari itu, anda harus menjaga kebersihan ketiak anda secara rutin.
Sering mencukur bulu di ketiak
Mencukur bulu ketiak sering dilakukan oleh kaum hawa. Cara ini boleh anda lakukan tapi jangan terlalu sering. Karena jika terlalu sering mencukur bulu ketiak akan memicu adanya luka pada kulit dan dapat menyebabkan infeksi yang memicu munculnya bisul.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Pemilik sistem kekebalan tubuh yang lemah biasanya rentan terhadap infeksi bakteri, sehingga anda harus benar-benar menjaga kebersihan dan tetap hidup sehat.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah munculnya bisul pada ketiak anda:
- Gunakan prosedur waxing untuk mencukur bulu ketiak anda. Hal ini untuk menghindari infeksi karena mencukur bulu ketiak
- Gunakan kompres air hangat selama 20 menit pada area yang ditumbuhi bisul, lakukan 3-4 kali sehari
- Gunakan sabun antibakteri untuk membersihkan bisul
Demikian penjelasan Penyebab Bisul di Ketiak dan cara mengatasinya.
(Martin Bagya Kertiyasa)