PUTUSAN Mahkamah Agung Nomor 31P/HUM/2022 memang mewajibkan pemerintah Indonesia untuk menyediakan vaksin Covid-19 yang halal bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pemerintah pun memberikan vaksin halal untuk booster.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan bila saat ini, sudah ada vaksin Sinovac yang mendapatkan label halal untuk vaksin booster.
"Sudah ada sinovac ya," ujar dr Nadia, kepada MNC Portal, Jumat (29/4/2022)
Saat ini, ada 6 regimen vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Hal ini memungkinkan masyarakat, segera bisa menyesuaikan berbagai kondisi kesehatan dengan berbagai jenis vaksin yang tersedia.
6 regimen vaksin tersebut, yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen, dan Sinopharm. Regimen vaksin yang digunakan di Indonesia, diperoleh dengan berbagai macam skema baik melalui pembelian langsung, kerja sama bilateral dan multilateral, skema hibah, dan COVAX Facility.
Dia menambahkan, kehalalan vaksinasi Covid-19, tergantung dari asal vaksin tersebut hingga si produsen vaksin mau atau tidak mendaftarkan uji halal. Meski kita tahu, sekitar ada 6 vaksin yang digunakan Indonesia, salah satunya Sinovac.
"Tergantung produsen vaksin yang mendaftarkannya," jelasnya
Lebih lanjut dia mengatakan, agar masyarakat tidak memilih vaksin. Sebab vaksin yang ada memiliki manfaat yang sama dan erkait kehalalan vaksin Sinovac, Majelis Ulama Indonesia memberikan rekomendasi fatwa halal untuk penggunaan beberapa jenis vaksin, termasuk juga fatwa halal untuk vaksin Sinovac dengan fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021.
Juga vaksin yang di Indonesia, dipakai negara lain, seperti Arab Saudi dan Malaysia. "Semua vaksin sama baiknya pemerintah menambahkan Sinovac sebagai booster sebagai salah satu pilihan," jelasnya.
"Vaksin yang sudah beredar secara luas di Indonesia ini juga merupakan vaksin-vaksin yang banyak digunakan di negara muslim lainnya seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Suriah, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Iran, Mesir, Palestina, Kuwait, Maroko, dan Bahrain, dan terbukti juga di negara-negara muslim tersebut kasus Covid-19 dapat terkendali hingga saat ini," ucap Nadia dalam Sehat Negeriku
(Martin Bagya Kertiyasa)