BERAGAM faktor membuat virus covid-19 dapat menginfeksi seseorang. Namun, sebuah studi terbaru menemukan polusi udara dapat meningkatkan risiko terinfeksi covid-19. Hal tersebut berdasarkan hasil studi yang diterbitkan di JAMA Network Open.
Dijelaskan, polusi udara adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan infeksi virus corona. Dilansir laman The Healthsite, para ahli menyalahkan industri yang berkembang dan sumber-sumber rumah tangga seperti lalu lintas jalan raya atas meningkatnya lalu lintas di sebuah negara.
Baca juga: Mudah Banget, Dokter Ungkap Tips Sehat Pasien Gangguan Saluran Kemih Selama Puasa Ramadan
Studi terbaru mengatakan, "Paparan polutan udara dapat meningkatkan risiko virus SARS-CoV-2, virus yang berkuasa di dunia dan menyebabkan infeksi covid-19."
Lantas, apa kaitannya polusi udara dengan covid-19?
Studi tersebut menemukan hubungan antara risiko infeksi dan diameter partikel kurang dari 10 mikrometer (PM10) dan 2,5 mikrometer (PM2.5). Dalam dua hari sebelum tes positif dan paparan karbon hitam satu hari sebelumnya.
Baca juga: Moderna Segera Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 untuk Bayi 6 Bulan
Namun, tidak ditemukan hubungan antara risiko infeksi dan nitrogen oksida. Untuk penelitian ini, para peneliti mempelajari data dari 425 orang yang terinfeksi virus corona antara Mei 2020 dan Maret 2021.
Hasilnya peningkatan risiko sebesar 7 persen dua kali lipat dari paparan partikel, sesuai dengan kisaran interkuartil, atau perbedaan antara kuartil pertama (25 persen) dan kuartil ketiga (75 persen) dari perkiraan konsentrasi partikel.
Ahli epidemiologi UI mengungkapkan perlu adanya langkah pencegahan, sehingga meminimalisasi terjadinya perburukan hingga kematian akibat covid-19.
Baca juga: Puasa Lebih Bermanfaat untuk Tubuh dengan Berolahraga, Ini 3 Anjuran Dokter
Pencegahan tersebut ada dua yaitu primer dan sekunder. Di mana kepatuhan protokol kesehatan, seperti 3M menjadi dasar atau sebagai langkah utama.
"Satu alternatifnya adalah pencegahan yaitu 3M tadi paling mendasar dengan pakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan itu primer," ujar ahli ppidemiolog UI Profesor Dr Pandu Riano dalam YouTube Kementerian Kesehatan, Jumat 22 Maret 2022.
(Hantoro)