Pria kelahiran Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar itu mengatakan, di desa wisata diharapkan tidak dibangun hotel.
Melainkan memperbanyak penyiapan homestay, memanfaatkan rumah warga masyarakat dan juga memberdayakan masyarakat itu sendiri sebagai pelaku industri pariwisata.
Desa wisata di Sulsel yang masuk ke 500 besar tahun ini kata dia, menggambarkan pencapaian luar biasa. Dapat sejajar Provinsi Jawa Timur dengan peraihan sama, 31 desa wisata.
"Jumlahnya sama, 31 desa wisata. Dari 34 provinsi, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur (Jatim) di urutan pertama, dari sisi kuantitas, Saya bisa meyakini kita lebih unggul," ujarnya.
Selanjutnya, 31 desa wisata Sulsel akan mengikuti tahapan kurasi 300 besar, 100 besar, 50 besar hingga verifikasi lapangan berupa visitasi sebelum penghargaan diserahkan kepada para pemenang.
(Rizka Diputra)