KABAR terbaru yang mencuri perhatian publik yaitu munculnya varian XE, merupakan subvarian dari Omicron. Varian ini muncul pertama kali di Inggris pada awal tahun 2022.
Varian terbaru tersebut diklaim lebih cepat menular 10 persen dari Son Of Omicron/Stealth Omicron (BA.2). Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya bahwa itu menyebar lebih cepat daripada BA.2.
"Rekombinan khusus ini, XE, telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang bervariasi dan kami belum dapat memastikan apakah ia memiliki keunggulan pertumbuhan yang sebenarnya," ujar Profesor Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis, UKHSA dilansir The Sun, Senin (5/4/2022).
Apakah Berbahaya?
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM menerangkan, jika varian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak.
Walaupun sebuah laporan UKHSA mengatakan,"Varian XE menunjukkan bukti penularan komunitas di Inggris, meskipun saat ini kurang dari satu persen dari total kasus berurutan."
Dikatakan varian XE memiliki tingkat pertumbuhan 9,8 persen di atas BA.2, dan sekitar 637 kasus XE telah terlihat di Inggris sejak 19 Januari.
BACA JUGA:Kemenkes Belum Tahu Apakah Varian XE Bisa Timbulkan Lonjakan
Dengan ini, Prof Zubairi mengimbau agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker. "Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," jelas Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi dikutip Selasa, (5/4/2022).
(Dyah Ratna Meta Novia)