Ia menambahkan, melalui Akatara diharapkan dapat men-trigger para sineas Tanah Air untuk semangat berkarya dan menumbuhkan semangat perfilman untuk kembali membangun ekosistem yang sehat.
"Sehingga film Indonesia semakin maju dan berdaya saing, juga memperkokoh pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai kekuatan perekonomian nasional," ujarnya.
Kemudian Program Director Akatara, Vivian Idris menambahkan, meski bukan penyumbang devisa terbesar di Indonesia, film selalu didapuk sebagai lokomotif dari 17 subsektor ekonomi kreatif karena kemampuan media audiovisual mengakomodir 16 subsektor ekraf lainnya.
Ia mengaku tak bosan mengajak semua stakeholders perfilman Indonesia untuk mengeksplorasi kerja sama, fasilitas, dan potensi yang ada di Akatara. Para investor film dan collaborator, di sinilah tempat menemukan berbagai project dari seluruh Indonesia.
"Para venture capitalist yang gencar berinvestasi di startup, Akatara adalah tempat berkumpulnya startup film di Indonesia. Jika jeli, Anda bisa menemukan the next unicorn di Akatara,” katanya.
(Salman Mardira)