“Dominannya varian BA.2 ini tidak terlihat dalam bentuk lonjakan kasus. Kita sendiri masih terus meneliti, tapi salah satu dugaannya bahwa Indonesia dan India berbeda dengan negara-negara Asia lainnya adalah karena vaksinasi kita mulainya relatif lambat,” jelas dia.
BACA JUGA:WHO Terus Pantau Omicron
Indonesia sendiri, kata dia, baru masif melakukan vaksinasi pada bulan September ke atas. “Jadi level antibodi yang dimiliki masyarakat Indonesia itu masih tinggi. Selain itu, sebelum vaksinasi dilakukan secara masif di bulan September, kita terkena gelombang Delta yang cukup besar. Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi berasal dari infeksi,” ungkap dia.
(Dyah Ratna Meta Novia)