Indonesia Tuan Rumah G20, Kemenkes Dorong Satu Pintu Data Protokol Kesehatan

Kevi Laras, Jurnalis
Kamis 24 Maret 2022 10:52 WIB
Indonesia jadi tuan rumah G20 (Foto: Antara)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menginisiasi adanya satu pintu data protokol kesehatan. Hal tersebut bertepatan dengan Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20 tahun 2022.

Salah satu rangkaian kegiatan di sektor kesehatan adalah pertemuan health working group (HWG). Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, sisi harmonisasi pada HWG pertama, Indonesia mendorong inisiatif panduan teknis perjalanan internasional berbasis pendekatan risiko bersama WHO, harmonisasi sertifikat vaksin Covid-19 bersama Digital European Union, serta panduan perjalanan udara bersama dengan Internasional Civilization Organization.

 

"Kita perlu mendorong penggunaan 1 data protokol kesehatan terutama di pintu masuk sebuah negara, seperti berbagai praktek baik yang telah diterapkan di Indonesia maupun negara lainnya. Contohnya di Indonesia ada aplikasi PeduliLindungi yang terintegrasi dengan sistem kesehatan,” ujar dr. Nadia dalam laman resmi Kemenkes, Kamis (24/3/2022).

Bukan tanpa alasan, inisiatif tersebut untuk memperkuat sistem kesehatan global, menindaklanjuti mekanisme pendanaan pandemic preparedness response yang sebelumnya menjadi bagian pembahasan pada presidensi G20 di Italia tahun 2021.

Menurutnya, perlu dicapai kesepakatan kerjasama antar negara untuk pengenalan verifikasi sertifikat vaksin supaya bisa diakui di negara lain terutama di negara-negara anggota G20.

"Ini adalah suatu langkah jangka panjang yang bisa diambil untuk mengamankan perjalanan internasional dan mengurangi penyebaran virus sambil menjaga mobilitas pelaku perjalanan internasional,” jelasnya.

 BACA JUGA:Jadi Tuan Rumah G20, Indonesia Diharapkan Bahas Masalah Lingkungan Pasca-Pandemi

Dia juga mendorong inisiatif dalam perluasan manufaktur vaksin Covid-19, pengobatan, serta diagnostik ke negara-negara berkembang. Juga dibutuhkan hubungan global bagi para ilmuwan di bidang virologi, imunologi, epidemiologi, dan di bidang keilmuan lainnya yang terkait dengan krisis kesehatan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya