SETIAP wilayah di Indonesia memiliki keunggulan dan keindahan tersendiri. Tentu tidak hanya Bali, tetapi hampir setiap pulau di Indonesia memesona jika kita mau menyelaminya.
Keunikan wisata #DiIndonesiaAja salah satunya berasal dari keindahan alamnya, mulai dari pantai, perbukitan atau pegunungan dengan kawah, hutan bakau atau mangrove, pedalaman hutan hujan tropis, atau justru alam bawah lautnya.
Dari segi adat istiadat dan budaya, kekayaan khazanah budaya Indonesia juga luar biasa banyaknya dan semuanya memiliki keistimewaan tersendiri. Kekayaan budaya dan adat istiadat serta keindahan alam ini tersebar di berbagai provinsi.
Jika Anda ingin berliburan ke desa wisata yang ada #DiIndonesiaAja, cari tahu informasi atraksi dan produk ekonomi kreatif lengkapnya melalui akun Instagram @pesona.indonesia atau TikTok @pesonaindonesia, dan tidak lupa untuk berpartisipasi dalam program Pesona Punya Kuis (PUKIS) karena ada merchandise Wonderful Indonesia dan hadiah jutaan rupiah yang dibagikan bagi Anda yang beruntung.
Kampung Ulos Huta Raja dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati otentisitas desa wisata di Sumatera Utara. (Foto: Barry Kusuma)
Potensi alam yang indah serta keanekaragaman budaya inilah yang membuat pengembangan sektor pariwisata Indonesia perlu strategi khusus. Perlu dilakukan secara fokus, intensif, merata, dan berkembang secara bersama-sama. Salah satu langkah yang ditempuh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah melalui pengembangan desa wisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meyakini, sektor pariwisata inilah yang akan mendukung perekonomian suatu daerah. Untuk menumbuhkan sekaligus mengembangkan sektor pariwisata daerah, Kemenparekraf pun meluncurkan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
ADWI merupakan pemberian apresiasi untuk masyarakat yang menggerakkan sektor wisata di daerahnya. Tujuan ADWI ini antara lain untuk mempercepat pembangunan desa, mendorong transformasi sosial, budaya, dan perekonomian pedesaan. Diharapkan, dari ADWI ini akan muncul semangat dan motivasi pegiat pariwisata di tiap daerah, sekaligus berupaya menciptakan harmonisasi pemerintah pusat dan daerah.
Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara Bimbingan Teknis dan Workshop Online Zona 5 yang meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu pada ADWI 2022 secara virtual dikutip dalam siaran pers (18/3/2022), mengatakan desa-desa wisata yang ada di Zona 5 dapat menghadirkan produk unggulan yang otentik sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing.
“Zona ini paling potensial dengan desa-desa wisatanya. Untuk itu, pemerintah daerah khususnya kepala dinas pariwisata harus bersama-sama mendorong desa wisatanya untuk bergabung dalam ADWI 2022,” ujarnya.
Saat ini sudah banyak desa wisata dari berbagai penjuru Indonesia yang mendaftar diantaranya 54 desa wisata di Aceh, 181 desa wisata Sumatera Utara, 268 desa wisata Sumatera Barat, 63 desa wisata Sumatera Selatan, dan 27 desa wisata di Bengkulu.
Pada 2021 lalu, antusiasme ADWI cukup tinggi. Dari total 7.275 desa wisata, tercatat lebih dari 1.831 peserta desa wisata dalam ajang ADWI. Dari jumlah ini, diambil 50 pemenang Desa Wisata. Pemenang ADWI 2021 satu per satu mendapatkan jadwal kunjungan khusus dari Menparekraf.
“Kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi covid-19 ini dimulai dari desa wisata,” kata Sandiaga. Sandiaga optimis ADWI 2022 dapat turut mendukung kebangkitan pariwisata di Indonesia. Ia juga mengharapkan hal ini menumbuhkan semangat untuk memunculkan desa wisata baru yang diikuti dengan kualitas yang terstandar.
Kategori penilaian
Pada 2022 ini, ADWI kembali digelar. Seluruh desa wisata dari 34 provinsi dapat mengikuti ADWI dan berkompetisi dengan desa-desa wisata lainnya di Indonesia.
Tujuh kategori yang menjadi dasar penilaian antara lain Daya Tarik Pengunjung (termasuk keunikan dan keotentikan wisata desa), Homestay, Digital dan Kreatif, (terutama dari produk UMKM dari desa setempat), Toilet Umum, CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan, dan Environmental Sustainability/Keberlanjutan Lingkungan), serta Kelembagaan Desa.
Camping di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, Jawa Tengah (Foto: Wonderfulimage.id/Azhari Setiawan)
Kategori penilaiannya terlihat cukup banyak. Namun, bukan berarti hal ini mempersulit desa wisata dalam memperebutkan posisi tertinggi. Sebaliknya, dengan semakin banyak kategori, semakin banyak pula peluang untuk unjuk gigi sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.
Sandiaga menjelaskan, berbeda dengan sebelumnya yang berfokus pada destinasi wisata eksklusif, untuk saat ini Pemerintah tengah memperkuat sektor pariwisata dari UMKM. Tujuannya antara lain untuk mewujudkan demokratisasi pariwisata.
Salah satu produk UMKM kerajinan tangan desa wisata Sungai Kupah, Kalimantan Barat (Foto: Wonderfulimage.id/Azhari Setiawan)
Artinya, setiap sektor pariwisata di Indonesia mendapatkan hak yang sama untuk berkembang secara optimal, dari berbagai segi. Karakteristik setiap wisata di Indonesia juga ditonjolkan untuk menjadi suatu keunggulan. Untuk itu, poin keotentikan wisata juga menjadi salah satu penilaian dalam ADWI.
Kita pun bisa mendukung pariwisata di Indonesia dengan cara mengunjungi desa-desa wisata ketika berlibur ke suatu destinasi. Dengan mengunjungi desa wisata, wawasan kita akan budaya Indonesia akan semakin bertambah.
Bertemu dengan masyarakat desa dari berbagai provinsi akan membuat kita menyadari keberagaman yang kaya di Indonesia. Pengalaman pun akan bertambah. Di sisi lain, kita pun dapat membantu meningkatkan perekonomian desa wisata, misalnya dengan membeli souvenir hasil karya setempat atau dengan menginap di homestay yang berlokasi di desa wisata.
Jadi peserta ADWI
Masih ada kesempatan untuk mendaftarkan desa Anda sebagai peserta ADWI. Masa pendaftaran ADWI 2022 adalah 19 Februari-31 Maret 2022. Selagi masih ada waktu, persiapkan sebaik-baiknya desa wisata Anda sebagai salah satu kandidat desa terbaik di Indonesia.
Untuk informasi lengkap dan pendaftaran, silahkan kunjungi www.jadesta.kemenparekraf.go.id. Lakukan registrasi online lalu klik menu untuk Gabung ADWI 2022. Lakukan login keanggotaan Jadesta sesuai dengan identitas yang didaftarkan.
Ada penilaian terkait desa wisata dalam web tersebut. Jawablah satu per satu dan janganlah lupa mengunggah dokumen pendukung seperti foto, video, atau laporan perkembangan desa lainnya. Periksa kembali dan pastikan seluruh data sesuai. Anda bisa mengoreksinya kembali sebelum batas masa pendaftaran berakhir. (WLD/VAL)
CM
(Agustina Wulandari )