WARGA di Kabupaten Semarang melaksanakan tradisi nyadran di tempat pemakaman umum menjelang bulan puasa.
Tradisi turun temurun ini tujuannya untuk mengirimkan doa bagi para leluhur. Tradisi antara lain dilaksanakan warga di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Ratusan warga datang ke area permakaman Cengklik atau Makam Nyai Ageng Kebo Kanigoro.
Mereka dengan khusyuk mengikuti prosesi nyadran dan memanjatkan doa untuk arwah anggota keluarga yang telah meninggal dunia agar diampuni semua dosanya oleh Tuhan.
"Nyadran ini sebagai pengingat agar mereka yang masih hidup ingat dengan yang sudah meninggal dunia. Kegiatan ini dilakukan rutin setahun dua kali, yakni setiap bulan Maulud dan Ramadan,” kata Kepala Dusun Krajan, Purwanto.
Menurutnya, nyadran juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi warga antar dusun maupun antara daerah lain. Sebab dalam acara nyadran, warga yang jarang bertemu bisa berkumpul dalam acara tersebut.