Hal yang sama dijelaskan Dr. Anju, Dr. Soumyadeep Mukhopadhyay, ia menyebutkan ada beberapa efek negatif bagi kesehatan dari pemakaian minyak goreng lebih dari satu kali siklus menggoreng. Pertama, kebiasaan buruk ini bisa membuat pelepasan zat beracun, minyak yang dipanaskan hingga suhu tinggi melepaskan asap beracun.
Setiap kali minyak dipanaskan, maka molekul lemaknya terurai sedikit. Ketika ini terjadi, zat-zat yang tidak sehat dilepaskan ke udara dan masuk ke dalam makanan yang sedang dimasak.
Selanjutnya, re-using minyak goreng bisa meningkatkan level kolesterol, karena pada suhu tinggi, beberapa lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans. Lemak trans yang mana adalah lemak berbahaya inilah meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika minyak digunakan kembali, jumlah lemak trans jadi meningkat.
Terakhir, menggunakan minyak goreng bekas berulang kali juga bisa meningkatkan tekanan darah. Kelembaban yang ada di makanan, oksigen atmosfer, suhu tinggi menghasilkan reaksi seperti hidrolisis, oksidasi dan polimerisasi.
Reaksi-reaksi ini mengubah dan memodifikasi komposisi kimia minyak goreng bekas, melepaskan asam lemak bebas, dan radikal yang menghasilkan monogliserida, digliserida, dan trigliserida. Senyawa beracun yang terbentuk setelah penggorengan berulang inilah, yang bisa menyebabkan deposisi lipid, stres oksidatif, hipertensi, hingga aterosklerosis.
(Martin Bagya Kertiyasa)