Vaksin Booster Baru 6,4%, Dokter Reisa Ingatkan Antibodi Tak Bisa Bertahan Selamanya

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 17:09 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan mencatat tingkat vaksinasi booster di Indonesia masih sangat rendah. Pasalnya, pemberian vaksin booster ini baru mencakup 6,44 persen atau sebanyak 13.410.923 dari total sasaran booster yakni 208.260.720 jiwa.

Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat yang sudah lengkap vaksinasi primer dua dosis untuk segera mendapatkan vaksin booster. Pasalnya, antibodi yang terbentuk dari vaksinasi primer saat ini dipastikan sudah menurun dari sebelumnya.

"Imunitas atau antibodi yang terbentuk dari vaksin primer akan menurun. Sehingga tidak lagi bisa memberikan proteksi optimal. Oleh karena itu, butuh suntikan booster agar jumlah antbodi tersebut bisa naik lagi dan kembali memberikan perlindungan optimal,” ujar dr. Reisa, dalam siaran langsung Update Perkembangan Covid-19, Jumat (11/3/2022).

Dia menegaskan, antibodi dari vaksin Covid-19 dua dosis (vaksinasi primer) sifatnya hanya sementara, tidak bisa permanen dalam memberikan perlindungan dari kesakitan parah atau kematian akibat infeksi Covid-19.

“Antibodi pasca-vaksin memang tak bisa hanya untuk sekali seumur hidup atau bertahan selamanya. Booster ini dilakukan selama antibodi masih ada di dalam tubuh, jadi pastikan sudah vaksinasi primer dua dosis atau satu dosis untuk varian Jansen sebelum melakukan vaksin booster,” pungkas dr. Reisa.

Sebagai informasi, bagi orang yang belum melengkapi vaksin dosis kedua sudah lebih dari enam bulan. Maka vaksin dosis pertamanya harus diulang, karena antibodi yang terbentuk dalam tubuh sudah terlalu rendah atau hilang. Bagi yang mengulang dari awal, diperbolehkan menerima jenis vaksin Covid-19 yang berbda dari jenis yang semula.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya