Dia mengatakan masih belum jelas, apakah orang akan membutuhkan suntikan penguat Covid-19 tambahan selama tahun depan. Sebuah kelompok ahli yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kebalikannya, mereka sangat mendukung akses suntikan booster vaksin Covid-19.
Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut menyimpulkan imunisasi dengan vaksin Covid-19 resmi memberikan perlindungan tinggi terhadap penyakit parah dan kematian, bagi mereka yang berisiko penyakit parah. Tahun lalu, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan moratorium dosis booster, dengan alasan ketidakadilan vaksin.
Di sisi lain, Indonesia juga berproses mulai melonggarkan sejumlah aturan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes merasa optimistis situasi dari pandemi ke status endemi. Dengan menegaskan, ada tahapan yang perlu dilewati, sebelum memasuki era endemi yaitu pandemi terkendali, masuk ke praendemi dan baru ke status endemi.
"Kalau siap memasuki endemi tentu kita optimistis untuk masuk ke endemi tetap ada tahapannya sebelum masuk ke endemi, pandemi terkendali, praendemi baru endemi," kata dr. Siti Nadia Tarmizi.
(Martin Bagya Kertiyasa)