CDC Sebut Covid-19 Akan Menjadi Virus Musiman

Kevi Laras, Jurnalis
Kamis 10 Maret 2022 18:45 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

SETELAH meledaknya kasus Covid-19 di berbagai negara, banyak negara akhirnya memilih melonggarkan aturan kesehatan mereka. Bukan tanpa alasan, mereka menilai dengan sudah banyaknya orang yang terpapar Covid-19, maka telah tercipta kekebalan kelompok atau herd immunity.

Tidak heran, jika negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Denmark, dan Swedia melonggarkan aturan kesehatan mereka. Terbaru, Amerika Serikat pun melakukan hal yang sama.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Dr. Rochelle Walensky menilai, Covid-19 nantinya akan menjadi virus atau penyakit musiman. "Saya mengantisipasi bahwa ini mungkin akan menjadi virus musiman," kata Walensky dilansir dari Fox News, Kamis (10/3/2022)

Lebih lanjut Walensky, mengatakan orang Amerika harus mengambil keputusan bahwa mereka perlu memakai masker wajah lagi dan berharap tidak selalu diperlukan. CDC sempat membuat keputusan melonggarkan aturan pembatasan masker untuk sebagian besar penduduk AS pada akhir bulan lalu.

"Mungkin selama musim pernapasan, jika keadaan meningkat, kami ingin memakai masker kami lagi untuk melindungi dari flu dan dari Covid dan dari semua penyakit pernapasan lainnya," sambungnya

Berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, AS melaporkan 67.516 kasus virus corona baru dan 1.686 kematian baru. Angka tersebut sangat turun dari lonjakan varian omicron di bulan Januari, meskipun data CDC menunjukkan 99,9% dari kasus baru.

Dia mengatakan masih belum jelas, apakah orang akan membutuhkan suntikan penguat Covid-19 tambahan selama tahun depan. Sebuah kelompok ahli yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kebalikannya, mereka sangat mendukung akses suntikan booster vaksin Covid-19.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi tersebut menyimpulkan imunisasi dengan vaksin Covid-19 resmi memberikan perlindungan tinggi terhadap penyakit parah dan kematian, bagi mereka yang berisiko penyakit parah. Tahun lalu, direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan moratorium dosis booster, dengan alasan ketidakadilan vaksin.

Di sisi lain, Indonesia juga berproses mulai melonggarkan sejumlah aturan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes merasa optimistis situasi dari pandemi ke status endemi. Dengan menegaskan, ada tahapan yang perlu dilewati, sebelum memasuki era endemi yaitu pandemi terkendali, masuk ke praendemi dan baru ke status endemi.

"Kalau siap memasuki endemi tentu kita optimistis untuk masuk ke endemi tetap ada tahapannya sebelum masuk ke endemi, pandemi terkendali, praendemi baru endemi," kata dr. Siti Nadia Tarmizi.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya