Dirinya menyarankan pihak terkait akan pentingnya promosi pariwisata, di antaranya melalui media sosial, karena ada berbagai media sosial yang bisa digunakan untuk mengenalkan produk sekaligus ajang promosi pariwisata seperti Twitter, Instagram, YouTube, Facebook, dan lainnya.
Ia juga mengapresiasi upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membangkitkan sektor pariwisata yang melibatkan berbagai pihak, mulai pelaku, akademisi, dan pemerintah setempat.
"Seperti hari ini, Kemenparekraf menggelar Dialog Publik Pariwisata secara hybrid di Tanjung Redeb, Berau bertajuk Potensi dan Peluang Ekonomi Kreatif di utara IKN, guna mendukung penguatan rantai pasok industri parekraf," katanya.
Dialog ini melibatkan Universitas Muhammadiyah Berau dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) setempat. Acara ini dihadiri sekitar 100 orang secara langsung dari pegiat parekraf, kemudian dihadiri 200 peserta secara daring.
(Rizka Diputra)