Dia menambahkan, seseorang juga perlu mencegah serangan cemas atau depresi di masa pandemi dengan belajar mengenali kelemahan dan potensi diri.
"Gunakan potensi yang ada di sekeliling untuk beradaptasi, ikuti berita atau informasi terkini hanya dari sumber yang terpercaya," katanya.
Selain itu, kata dia, seorang individu juga perlu menghindari sikap menunda-nunda misalkan dengan tidak menunda pekerjaan.
Pasalnya, kata dia, kecemasan berpotensi terjadi karena kekhawatiran pada yang terjadi di masa depan.
"Dengan tidak menunda-nunda sesuatu, maka seorang individu akan lebih siap menghadapi apa yang terjadi di masa depan, dengan demikian maka kemungkinan risiko terkena gangguan cemas akan berkurang," katanya.