DOKTER Spesialis Kesehatan Jiwa dr. Prima Kusumastuti, Sp.KJ mengatakan, masyarakat dapat mencegah serangan cemas dan depresi pada saat pandemi dengan bersikap fleksibel, serta berpikir positif.
"Berpikir secara positif dan rasional serta belajar untuk bersikap lebih fleksibel dalam adaptasi merupakan salah satu upaya mencegah cemas dan depresi saat pandemi," katanya.
Ia menjelaskan, depresi terjadi karena terjadi kesenjangan antara harapan dengan kenyataan.
"Karena itu, seorang individu perlu menurunkan ekspektasi atau harapan dalam pencapaian sehingga mudah bersyukur. Berusaha semaksimal mungkin itu baik tapi harus bersiap ketika hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan, supaya tidak mudah stres," katanya.