“Varian ini baru terdeteksi pada November 2021. Jadi, data dan bukti ilmiahnya belum begitu banyak,” tambah Prof. Zubairi lagi.
Meski belum banyak, Prof. Zubairi tak menampik memang sudah ada laporan penyintas varian Omicron yang mengalami Long Covid.
“Laporan penyintas varian Omicron mengalami Long Covid, ada dan memang terjadi. Hanya angka kejadiannya belum banyak. Gejala yang sering ditemui adalah brain fog, beberapa nakes mengalami itu,” pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)