9. Bandara Paro, Bhutan
Bandara Paro dikelilingi oleh pegunungan Himalaya yang menjulang tinggi. Hal ini pula yang membuat pendekatan menuju bandara ini dinilai sangat menantang.
Bukan hanya puncaknya yang tinggi sehingga membuat pendaratan sangat rumit, tapi juga angin kencang di lembah menjadi satu masalah lain. Pilot harus ekstra hati-hati saat melewati celah gunung dan puncak rumah-rumah yang berada di dekat landasan.
10. Bandara Madeira, Portugal
Bandara Madeira memiliki lokasi di tepi sungai sehingga terdapat angin kencang serta pendaratan bergelombang. Tak sembarang pilot boleh melakukan pendaratan di sana.
Pilot harus lulus pelatihan lanjutan tentang simulator penerbangan jika ingin mendarat di Bandara Madeira, kampung halaman bintang Manchester United Cristiano Ronaldo.
11. Bandara Telluride Regional, Colorado
Bandara Regional Telluride adalah bandara paling berbahaya di Amerika Serikat. Bandara tersebut memiliki hanya 1.000 kaki landasan pacu dan tebing curam di setiap ujungnya. Hal ini membuat pulot perlu dibekali keterampilan tak main-main untuk menghentikan pesawat sebelum mencapai ujung landasan pacu.
12. Bandara Gibraltar International, British Territory
Landasan pacu di Bandara Gibraltar bersinggungan dengan Winston Churchill Avenue, jalan raya utama daerah tersebut. Keuntungannya adalah landasan pacu jadi cukup panjang, tetapi lalu lintas haru dihentikan tiap jali pesawat mendarat atau lepas landas.
Di samping itu, angin kencang dari pegunungan akan melanda di musim dingin. Hal ini juga mampu membawa kesulitan tersendiri bagi pesawat.
13. Bandara Gisborne, New Zealand
Bandara Gisborne adalah satu-satunya bandara di dunia yang memiliki jalur kereta api melintasi landasan pacu utama. Kereta api dan pesawat berpotongan sepanjang hari dan diatur oleh pengontrol lalu lintas udara yang memberi sinyal agar kereta pergi setelah pesawat mendarat.
(Salman Mardira)