DI JEPANG, terdapat sebuah cerita rakyat mengenai Onibaba. Onibaba merupakan seorang wanita tua yang suka memakan manusia. Onibaba bermukim di gua kecil di Adachigahara. Ia lebih dikenal dengan sebutan hantu wanita tua dari Adachigahara.
Menurut legenda, Onibaba memiliki perawakan wanita tua yang keriput. Rambutnya acak-acakan seperti orang gila dan mulut yang menganga lebar. Terkadang digambarkan dengan memegang pisau dan duduk dengan segulung benang yang disampingnya terdapat panci yang berisikan rebusan air.
BACA JUGA: Horor! 4 Hantu Legendaris di Kalimantan Selain Kuyang, Bikin Merinding
Konon katanya, ia sering menyembunyikan penampilan setannya untuk mengelabui korbannya dengan menyamar sebagai nenek tua yang menyendiri. Diceritakan bahwa Onibaba membunuh korbannya dengan mengambil ginjal dan hati mereka secara hidup-hidup lalu merebus dan memakannya.
Namun, yang paling disenanginya adalah meminum darah janin bayi manusia. Ada sebuah museum kecil di Adachigahara yang dikatakan menyimpan panci dan pisau Onibaba yang digunakan untuk membunuh dan memasak korbannya.
Asal-usul Onibaba
Pada zaman dahulu, hiduplah sebuah keluarga di Kyoto. Keluarga ini dikaruniai bayi perempuan. Bayi itu tampak sehat dan tidak pernah menangis. Namun, saat menginjak umur 5 tahun, keluarga baru sadar bahwa anak itu tidak bisa bicara.
BACA JUGA: 4 Dekade Terbengkalai, Rumah Sakit Ini Dijuluki Tempat Paling Angker di Bumi
Mereka pun membawanya ke dokter. Namun, dokter tidak bisa menyembuhkannya karena dia cacat sejak lahir. Karena dokter tak mampu menyembuhkannya, maka mereka pergi ke dukun. Sang dukun memberi alternatif penyembuhan dengan memakan daging hati yang masih segar dari janin yang masih hidup.
Akhirnya, sang majikan menyuruh pengasuh anaknya untuk mencari hati yang masih segar dari janin yang masih hidup. Sebelum pergi, pengasuh tersebt berpamitan pada anak perempuannya dan memberinya omamori.
Singkat cerita, si pengasuh pun berangkat dari kota ke kota untuk mencari janin dan hati yang masih hidup. Ia kemudian beristirahat di sebuah gua sampai suatu hari datang seorang wanita hamil. Saat wanita itu lemah, sang pengasuh pun mengambil pisau dapur dan menghunuskan pisau tersebut ke wanita hamil.
Betapa terkejutnya ia saat melihat wanita itu menyimpan omamori pemberiannya. Ya, wanita hamil itu tidak lain adalah anaknya yang ingin menyampaikan kabar gembira bahwa ia sedang mengandung. Rasa penyesalan membuat ia menjadi gila dan membunuh orang-orang yang berani mendekatinya.
(Salman Mardira)