GUBERNUR Bali Wayan Koster mengizinkan para yowana atau generasi muda melakukan pawai ogoh-ogoh pada ritual pengerupukan atau sehari menjelang Hari Raya Nyepi. Pawai dilakukan di area lingkungan banjar setempat.
Koster mengaku sudah berkoordinasi dengan Bendesa Agung dan Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali mengenai hal tersebut.
"Saya sebagai Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali menyetujui keinginan yang disampaikan melalui aspirasi para Yowana MDA provinsi, kabupaten/kota se-Bali," kata Koster.
"Kepada para yowana yang sudah membuat ogoh-ogoh, saya minta teruskan dibuat sampai selesai, sampai tuntas, jangan berhenti sebelum tanggal 2 Maret 2022," pinta Koster.
Menurut Koster, para generasi muda di seluruh Bali tidak perlu ragu-ragu lagi untuk melakukan pawai ogoh-ogoh. Namun ogoh-ogoh yang diarak harus ramah lingkungan, yakni tanpa bahan plastik atau styrofoam.
Selain itu, pawai ogoh-ogoh dilaksanakan maksimum oleh 25 orang pemuda dengan disiplin protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, sudah divaksinasi dua kali dan menyediakan hand sanitizer. Peserta pawai juga harus mengikuti rapid test antigen yang difasilitasi secara gratis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.