UNTUK menjadi pramugari, Anda dituntut bekerja keras dan menyelesaikan pelatihan. Namun, pelamar awak kabin juga harus memiliki tinggi dan berat badan tertentu, serta dapat menyelesaikan tes jangkauan.
Persyaratan tersebut untuk memastikan awak kabin dapat mencapai loker di atas kepala dan dapat masuk ke kursi pesawat. Setiap maskapai mempunyai standar mengenai tinggi dan berat badan pramugari, meskipun tidak banyak yang berbeda.
Melansir The Sun, Anda harus memiliki tinggi minimal antara 5 kaki 2 inci (sekitar 157 cm) dan 6 kaki 2 inci (188 cm) untuk menjadi anggota awak kabin Ryanair. Standar ini sama untuk calon awak kabin di British Airways.
EasyJet memungkinkan untuk satu inci ekstra, dengan kandidat harus berada di antara 5 kaki 2 inci dan 6 kaki 3 inci.
Selain itu, untuk bekerja pada penerbangan EasyJet, awak kabin harus dapat masuk ke dalam jump seat harness pesawat yang berukuran 106 cm di pangkuan dan 157 cm dari bahu ke pinggang.
Meski tak ada persyaratan berat khusus untuk menjadi awak kabin, seorang pramugari mengungkapkan bahwa awak kabin harus dapat masuk ke kursi pesawat dengan sabuk pengaman terpasang yang dapat disesuaikan.
Dalam video TikTok, pemilik akun @cabin_crew_guide bertanya, "Tahukah Anda bahwa untuk menjadi awak kabin, Anda harus memenuhi berat tertentu?"
"Anda harus bisa masuk ke kursi harness dengan sabuk pengaman terpasang," katanya.
Ia kemudian menjelaskan, awak kabin juga harus lulus uji jangkauan. Ini adalah ketinggian yang harus dapat dicapai oleh staf tanpa memakai sepatu, dan mereka diizinkan untuk berjinjit.
"Tahukah Anda bahwa untuk menjadi awak kabin, Anda harus melakukan tes jangkauan?" katanya.
"Anda akan diuji untuk melihat apakah Anda bisa mencapai 212 cm tanpa alas kaki, dan ini juga bisa dengan berjinjit," kata dia.
British Airways hanya menuntut awak kabin dapat mencapai 201 cm, dan Wizz Air mengatakan staf harus memiliki jangkauan 210 cm. Selain itu, semua maskapai mewajibkan awak kabin untuk bisa berenang.
(Rizka Diputra)