DETEKSI varian Omicron tak bisa sekadar memakai alat tes PCR biasa. Kenapa demikian?
Ahli Virologi sekaligus Direktur Laboratorium KalGen Innolab, Andi Utama, Ph.D menjelaskan, proses pelacakan semua jenis virus corona tidak sederhana. Apalagi semuanya sudah bermutasi sehingga harus lebih teliti dalam pelacakannya.
“Selama virus itu memiliki kesempatan berkembang biak, maka proses mutasi itu akan terus terjadi. Apalagi, material genetik dari virus ini adalah RNA, dimana mutasi RNA jauh lebih cepat daripada DNA,” ujar Andi dalam live Instagram Kalbe Farma bersama KalGen Innolab.
Selama virus bermutasi pun bisa ada yang menguntungkan dan merugikan. Jika ada mutasi yang merugikan, maka virus akan hilang. Sedangkan untuk Omicron adalah hasil mutasi yang berhasil bertahan untuk kepentingan dari virus itu sendiri.
"Proses pelacakannya pun tidak sederhana. Konsep dasar dari pengembangan mendeteksi virus karena objeknya adalah material genetik, maka ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, mencari bagian virus yang unik spesifik yang mendekati SARS-CoV-2. Kedua, memilih daerah yang tidak mudah berubah," tambah dia.