Jamu Ginggang dulu merupakan minuman yang hanya diberikan kepada abdi dalem Pakualaman. Mbah Joyo merupakan salah satu abdi dalem yang diberi kepercayaan untuk meracik jamu kepada semua kerabat Kadipaten Pakualaman.
Seiring berjalannya waktu, jamu ini diperjual belikan kepada masyarakat luas. Jamu Ginggang berasal dari kata Genggang yang bermaksa tansah genggah yang berarti tercipta persahabatan dan kekeluargaan agar tidak ada jarak antara kerabta Keraton dengan masyarakat.
Nama ini disematkan oleh KGPAA Pakualam VII.
“Kami buka dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB,”ujarnya.
Satu gelarnya dibanderol dengan harga Rp6.000 sampai dengan Rp25.000 tergantung jenisnya. Mulai dari beras kencur, kunyit asam, hingga galian singset dan sehat pria.
Salah seorang pelanggan Lya mengaku sudah beberapa tahun menjadi pelanggan di kedai Jamu Ginggang. Menurutnya jamu ginggang lebih alami dan rasanya lebih nikmat dibandingkan jamu yang ada di pasaran.
“Rasanya lebih mantap di banding jamu serupa di pasaran,” ujarnya.
Hampir setiap bulannya, Lya selalu mampir ke kedai ini untuk mencicipi jamu.
Alasannya untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah sait dan kecaoekan.
“Saya lebih percaya yang tradisional ini kan herbal jadi lebih aman," ujarnya.
(Kurniawati Hasjanah)