Kementerian Lingkungan Peru juga mengatakan 174 hektar atau setara 270 lapangan sepak bola, wilayah laut, pantai, dan cagar alam terkena dampak tumpahan minyak bumi.
Petugas saat ini terus berupaya membersihkan tumpahan tersebut.
Saat mendeklarasikan keadaan darurat, Kementerian lingkungan Peru menyatakan, tumpahan itu merupakan peristiwa tiba-tiba yang berdampak signifikan pada ekosistem laut pesisir, yang memiliki keanekaragaman hayati utama.
Dikatakan dalam jangka pendek Repsol bertanggung jawab atas operasi pembersihan darurat. Kilangnya berada di kota Ventanilla dekat Lima.
Repsol memaparkan, tumpahan terjadi karena gelombang aneh yang disebabkan oleh letusan di Pasifik.
Namun, perusahaan tersebut berargumen mereka tidak bertanggung jawab atas tumpahan tersebut, karena mengatakan mereka tidak mendapat peringatan dari pemerintah Peru bahwa mungkin ada arus air laut yang deras dari ledakan bawah laut dari arah Tonga.
Pekan lalu para nelayan dan masyarakat lokal lainnya yang hidup dari laut dan pariwisata melakukan protes atas hilangnya mata pencaharian mereka secara tiba-tiba.
(Kurniawati Hasjanah)