PERU mengumumkan darurat lingkungan di sepanjang pantai yang dilanda tumpahan minyak akibat gelombang aneh dari letusan gunung berapi di Pasifik Selatan per Sabtu (22/1/2022) kemarin.
Melansir News.com.au, keputusan Peru berlaku 90 hari, dan merencanakan pengelolaan berkelanjutan terhadap 21 pantai yang tertutup 6.000 barel minyak bumi yang tumpah dari kapal tanker saat membongkar muatan di kilang pada Sabtu kemarin.
Kecelakaan itu terjadi setelah letusan gunung berapi bawah laut yang sangat dahsyat di dekat negara Tonga, melepaskan gelombang tsunami di sekitar Pasifik hingga Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Potret Liburan Yana Orfeeva Selingkuhan Pangeran Arab Saudi, Bikin Kaum Jomblo Klepek-Klepek
Kisah Pramugari Digoda Penumpang Beristri, Minta Nomor Kontak HP
Di Peru tumpahan minyak di dekat Lima telah mengotori pantai, membunuh burung dan merugikan industri perikanan dan pariwisata.
Pemerintah menuntut pembayaran ganti rugi dari raksasa energi Spanyol yang memiliki kilang tersebut.