Terdapat 54 situs pembuangan sampah yang berdekatan dengan zona satwa liar di Sri Lanka. Menurut petugas setempat ada sekitar 300 gajah yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Situs manajemen sampah di desa Palakkadu dibangun pada tahun 2008 melalui dana bantuan Uni Eropa. Sampah-sampah dari 9 desa dikumpulkan di situ namun tidak didaur ulang.
Pada tahun 2014, pagar listrik yang dibangun untuk melindungi situs tersebut disambar petir. Pagar tersebut belum diperbaiki hingga kini, sehingga gajah dapat masuk dengan mudah ke dalam area tersbeut.
Warga sekitar menyebut bahwa para gajah ini semakin mendekat dan berhabitat di dekat lubang pembuangan. Hal ini membuat warga khawatir.
Warga mulai gunakan kembang api untuk mengusir satwa saat mereka mulai masuk ke kawasan desa, dan sebagian warga bahkan membangun pagar listrik di rumah mereka.
Namun warga tidak punya pemahaman pemasangan pagar listrik yang aman. “Ini justru bisa membahayakan warga sendiri dan juga para satwa liar,” kata Keerthi Ranasinghe, pejabat dewan desa setempat.
“Meski mereka ini bisa merusak, namun gajah liar juga adalah sumber kekayaan alam. Pemerintah perlu cari cara untuk melindungi baik manusia dan juga para gajah yang juga bisa mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian,” tambahnya.
(Salman Mardira)