Pernah Dianugerahi Medali Emas, Tikus Pendeteksi Ranjau Darat Mati di Usia 8 Tahun

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2022 23:04 WIB
Magawa, tikus yang dianugerahi medali emas usai mendeteksi banyak ranjau darat di Kamboja (PDSA/PA/BBC)
Share :

Begitu hewan-hewan itu menemukan bahan peledak, mereka menggaruk bagian atas untuk kemudian memberi tahu rekan kerjanya, yaitu manusia.

Magawa mampu memeriksa lapangan seukuran lapangan tenis hanya dalam 20 menit - sementara seorang manusia dengan detektor baru bisa menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu satu hingga empat hari, kata Apopo.

Magawa hanya bekerja setengah jam sehari di pagi hari dan mendekati usia pensiun, tetapi direktur jenderal PDSA Jan McLoughlin mengatakan pekerjaannya dengan Apopo "benar-benar unik dan luar biasa".

"Pekerjaan Magawa secara langsung menyelamatkan dan mengubah kehidupan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang terkena dampak ranjau darat ini," katanya kepada Press Association.

"Setiap penemuan yang dia buat mengurangi risiko cedera atau kematian bagi penduduk setempat."

Menurut LSM pembersihan ranjau, HALO Trust, lebih dari 64.000 orang sudah menjadi korban dan sekitar 25.000 harus diamputasi akibat ranjau ranjau darat di Kamboja sejak 1979.

Banyak ranjau darat yang ditanam selama perang saudara di negara itu pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Pada Januari 2020, Presiden AS Donald Trump mencabut pembatasan penggunaan ranjau darat AS, mengubah larangan yang diterapkan Presiden Barack Obama pada 2014.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya