Dari 358 wanita yang mendapat suntikan dalam siklus menstruasi yang sama mencatat penundaan rata-rata sekitar dua hari. Sekitar 10 persen dari mereka memiliki penundaan selama 10 hari atau lebih tetapi periode mereka kembali ke kisaran normal pada siklus berikutnya.
Studi ini menyajikan bukti baru penting yang menggarisbawahi dampak apa pun dari vaksin Covid-19 pada menstruasi minimal dan sementara, kata Dr. Christopher Zahn, dari American College of Obstetricians and Gynecologists.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini. Edelman bertekad melakukan penelitian lain yang berfokus pada kemungkinan perubahan beratnya perdarahan menstruasi sebagai respons terhadap vaksin, atau jika wanita yang memiliki menstruasi tidak teratur akan memberikan hasil yang berbeda.
(Dyah Ratna Meta Novia)