RICARDO Cesar Guedes, 49, diduga menggunakan identitas anak laki-laki yang sudah meninggal untuk menikah dan bekerja di Amerika Serikat atau AS selama 23 tahun.
Melansir dari Mirror, Ricardo telah didakwa memberikan pernyataan palsu pada aplikasi paspor dan menyamar sebagai warga negara AS.
Dia melakukan semuanya atas nama seorang anak laki-laki dari Atlanta, William Ericson Ladd, yang meninggal di usia empat tahun.
Ladd tewas dalam kecelakaan mobil di Negara Bagian Washington pada 1979, hanya satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-5, menurut pengaduan pidana yang diajukan di pengadilan Texas.
Guedes diduga datang ke AS dari negara asalnya, Brasil, dengan visa turis pada pertengahan 1990-an, tetapi overstay.
Pria berusia 49 tahun, yang sekarang tinggal di Lake Houston, Texas, mengajukan paspor atas nama anak muda itu pada tahun 1998, lapor Houston Chronicle.
Pernyataan tersebut mengklaim, rincian kasus telah diakui oleh pramugari, ketika agen federal mengintrogasinya di Bandara Internasional George Bush.
Dia diduga mengaku memiliki rumah di Lake Houston, menikah, membeli BMW dan mengambil pinjaman atas nama anak itu.
Ricardo telah menjadi pramugari veteran selama beberapa dekade, dan bekerja di 40 penerbangan untuk United Airlines baru-baru ini pada tahun 2020.
Setelah berita skandal itu diumumkan, United mengumumkan bahwa pria berusia 49 tahun itu telah dipecat.
Sementara itu, Ibu Ladd, Debra Lynn Hays, memberikan tanggal kelahiran dan kematian putranya kepada agen khusus DSS. (nia)
(Salman Mardira)