Omicron Belum Kelar, Muncul Lagi Varian Baru IHU yang Punya 46 Mutasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 05 Januari 2022 17:20 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

SELURUH dunia memang tengah mewaspadai kehadiran omicron yang disebut lebih mudah menular dibandingkan varian lainnya. Kenaikan kasus positif di sejumlah negara pun terjadi karena adanya varian tersebut.

Indonesia sendiri memang tengah memperketat mereka yang datang dari luar negeri. Pasalnya, di Indonesia saat ini kasus positif Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron telah melonjak menjadi 254 kasus.

Tapi, belum juga Omicron tertangani dengan baik, kini kembali muncul varian baru yang berasal dari protein. Seorang pejabat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa ada varian Covid-19 lain telah menginfeksi selusin orang di Prancis.

Bloomberg melaporkan bahwa varian tersebut dijuluki 'IHU' oleh para peneliti di Institut Rumah Sakit Universitas Infeksi Mediterranee (IHU) yang berbasis di Marseille, setelah menginfeksi individu di wilayah Alpen selatan di negara itu. 

Tapi, Abdi Mahamud, manajer insiden WHO, mengatakan kepada para peneliti di Jenewa bahwa terlalu dini untuk "berspekulasi tentang fitur virologi, epidemiologi, atau klinis" dari varian yang diidentifikasi pada November, hampir pada waktu yang bersamaan dengan omicron.

Varian 'IHU', atau B.1.640.2, memiliki 46 mutasi tetapi Bloomberg menunjukkan bahwa strain tersebut tidak menjadi ancaman besar sejak penemuannya. Menurut sebuah penelitian, pasien pertama yang diidentifikasi dengan varian tersebut kembali ke Prancis setelah mengunjungi Kamerun pada Desember.

Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, menulis di Twitter pada hari Senin untuk memposting bahwa varian 'IHU' tidak perlu terlalu dikhawatirkan saat ini. Negara-negara di seluruh dunia sedang bergulat dengan infeksi virus corona baru.

Israel mencatat jumlah infeksi baru tertinggi pada hari Selasa m, didorong oleh varian omicron yang sangat menular, meskipun ada pembatasan perjalanan dan karantina yang diperlukan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya