75 Pendaki Ditelantarkan Open Trip Gunung Rinjani, Ini Fakta Terbarunya

Antara, Jurnalis
Senin 03 Januari 2022 20:00 WIB
Gunung Rinjani (dok Antara/Rosyidin)
Share :

JAKARTA - Terdapat sekitar 75 pendaki dilaporkan ditelantarkan oleh operator saat open trip ke Gunung Rinjani.

Kegiatan pendakian yang berlangsung di penutup tahun 2021 tersebut menelantarkan para pendaki yang tidak mengenali medan di salah satu pos peristirahatan Gunung Rinjani.

Akibat dari penelantaran itu, beberapa di antaranya mengalami sakit. Demikian juga kabar ada yang pingsan hingga hipotermia.

Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Wilayah Sembalun Taufikurrahman membenarkan adanya satu pendaki yang pingsan setelah ditinggal pemandu ketika turun dari Gunung Rinjani.

Baca Juga:

3 Pengakuan Pramugari Jet Pribadi, Hidup Mewah hingga Jadi Selingkuhan Miliuner

4 Barang Aneh Ditemukan di Bandara Selama 2021, Siput Berbahaya hingga Bola Golf Bisa Meledak

"Ya benar ada yang pingsan juga, pihak kami sudah bawa ke Puskesmas tadi pagi setelah dievakuasi," tegas Taufik.

Pendaki berjenis kelamin perempuan ini lemas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta pendakian mengalami kelaparan dan dehidrasi akibat pelayanan yang tidak maksimal dari penyedia jasa yang kini masih menghilang dan dilakukan pencarian.

Berikut beberapa faktanya dilansir dari Antara:

1. Polisi turun tangan

Aparat kepolisian menyelidiki kasus penelantaran puluhan pendaki di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diduga dilakukan penyelenggara open trip salah satu agen perjalanan wisata.

"Sesuai informasi yang kami terima, Kapolres Lombok Timur sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto melalui sambungan telepon, Minggu (2/1/2022).

Dari rangkaian penyelidikan, pihak kepolisian sudah mengambil keterangan sejumlah saksi, termasuk di antaranya para pendaki yang menjadi korban.

“Jadi sudah ada beberapa saksi yang diambil keterangannya," ujar dia.

Dalam penyelidikannya juga dilakukan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Tujuannya, kata dia, mengidentifikasi awal mula kelompok pendaki tersebut masuk ke dalam kawasan.

"Karena itu, mohon percayakan penanganan dari persoalan ini kepada kami. Insya Allah, kasus ini akan segera selesai dan tertangani dengan baik," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya