Adapun, Eka Lakobishvili menceritakan kesaksiannya ketika penumpang harus diperiksa satu per satu.
"Kami terjebak di pesawat dengan pasukan khusus dan bersenjata yang mengelilingi pesawat. Penumpang kemudian diberitahu bahwa itu adalah ancaman keamanan yang sangat serius," ujar Eka Iakobishvili, salah seorang penumpang.
"Butuh waktu hampir lima jam untuk memeriksa penumpang dan barang bawan mereka. Tidak ada ancaman yang ditemukan. Polisi menanganinya dengan baik," tambahnya.
Laporan awal menunjukkan penundaan itu bisa jadi karena aktivitas drone yang tidak sah atau puing-puing di landasan pacu. Namun, jelas itu adalah ancaman bom tipuan.
(Kurniawati Hasjanah)