JAKARTA - Sebuah ancaman bom dilaporkan terjadi di Bandara Gatwick, London, Inggris pada Minggu (26/12/2021).
Ancaman bom itu melibatkan penerbangan Turkish Airlines yang datang dari Istanbul, Turki, dan mendarat di Inggris pada pukul 09.20 waktu setempat.
Polisi menghabiskan waktu lima jam untuk memeriksa penumpang dan barang bawaan mereka. Namun, mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tampaknya ancaman bom itu adalah sebuah tipuan.
Baca Juga:
Sering Ingin Buang Angin Saat Naik Pesawat? Ternyata Ini Penyebabnya
Omicron Menggila, Menko Luhut Imbau Masyarakat Tak Pelesiran ke Luar Negeri
"Pesawat tiba dengan selamat di Gatwick pada pukul 09.20 pagi ke daerah terpencil di bandara, sementara layanan darurat hadir. Dengan cepat ditetapkan bahwa panggilan itu tidak berhubungan dengan ancaman nyata, semua orang kemudian meninggalkan pesawat dan penumpang melanjutkan perjalanan mereka," kata polisi Sussex.
"Kami bekerja dengan manajemen Bandara Gatwick dan Kontrol Lalu Lintas Udara untuk memastikan insiden itu diselesaikan dengan cepat dan aman. Ada dampak minimal pada rutinitas normal di bandara. Investigasi terhadap ancaman itu tengah berlangsung," tambahnya.
Adapun, Eka Lakobishvili menceritakan kesaksiannya ketika penumpang harus diperiksa satu per satu.
"Kami terjebak di pesawat dengan pasukan khusus dan bersenjata yang mengelilingi pesawat. Penumpang kemudian diberitahu bahwa itu adalah ancaman keamanan yang sangat serius," ujar Eka Iakobishvili, salah seorang penumpang.
"Butuh waktu hampir lima jam untuk memeriksa penumpang dan barang bawan mereka. Tidak ada ancaman yang ditemukan. Polisi menanganinya dengan baik," tambahnya.
Laporan awal menunjukkan penundaan itu bisa jadi karena aktivitas drone yang tidak sah atau puing-puing di landasan pacu. Namun, jelas itu adalah ancaman bom tipuan.
(Kurniawati Hasjanah)