"Sebanyak 30 persen dokter yang meninggal selama pandemi, terjadi pada periode Juni-Juli 2021. Setiap hari di grup WhatsApp terinfo adanya kabar kerabat atau kenalan yang meninggal dunia karena Covid-19," lanjutnya.
Banyak juga masyarakat yang mencari ruang rawat inap atau ICU untuk keluarganya yang menderita Covid-19. Tak hanya itu, Prof. Ari juga mengaku telah kehilangan orang terdekat yang disayanginya akibat pandemi Covid-19 tersebut.
“Saya sendiri kehilangan Bapak saya yang kebetulan karena kondisi sakit jantungnya. Perlu menggunakan oksigen dan kehabisan selama 24 jam karena stoknya yang terbatas. Hingga akhirnya meninggal dunia beberapa hari kemudian dalam perjalanan mencari RS," imbuhnya.
Lebih lanjut, selama masa pandemi Covid-19, Prof. Ari juga kehilangan sepupu yang merupakan suami istri sehingga anak-anak almarhum menjadi yatim piatu saat periode Juni-Juli 2021.
"Padahal anak-anak tersebut masih butuh bimbingan kedua orang tua tercinta," tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)