Omicron Sudah Muncul, Dokter Ini Ingatkan Suasana Mencekam Akibat Ledakan Varian Delta

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Selasa 21 Desember 2021 17:16 WIB
Varian omicron (Foto: The independent)
Share :

GURU Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, dengan ditemukannya kasus Covid-19 akibat varian Omicron di Indonesia, ini bisa jadi pengingat akan peristiwa lonjakan kasus Covid-19 di pertengahan 2021.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terulang kembali apabila masyarakat tidak waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jika kita ingat kembali peristiwa kolapsnya pelayanan kesehatan di Juni dan Juli 2021, kami para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang masih praktik di rumah sakit merasakan suasana yang mencekam saat itu," kata Prof. Ari, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (21/12/2021).

 

Sebagian Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di atas 100 persen, ventilator terbatas, oksigen sempat kosong, dan keterbatasan obat-obatan untuk pasien Covid-19. Selain itu ada juga laporan pasien meninggal di rumah saat isolasi mandiri.

Hal ini terjadi ketika kondisi mereka sedang memburuk, namun tidak bisa dievakuasi ke rumah sakit karena kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS yang penuh. Oleh sebab itu Prof. Ari mengimbau masyarakat untuk selalu mengingat situasi buruk tersebut.

"Pada Juni dan Juli 2021, kasus baru di Indonesia meningkat tajam hingga 1 juta kasus per bulan dan kasus hariannya yang mencapai di atas 55.000 kasus dalam satu hari," tambah Prof. Ari.

 Baca juga: Moderna Sebut Vaksin Booster Efektif Lawan Varian Omicron

Selain itu, pada periode tersebut pemerintah juga sampai harus membuka fasilitas isolasi mandiri yang terpusat di berbagai tempat dan rumah sakit darurat yang dibuka di beberapa kota. Masih pada periode yang sama, jumlah tenaga kesehatan yang gugur pun meningkat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya