7. Bubur Haji Zaenal
Selanjutnya adalah bubur Haji Zaenal yang berlokasi di jalan R. Ikik Wiradikarta, Tawangsari, Kec. Tawang, Kota. Tasikmalaya. Juga bagian dari kuliner legendaris Tasikmalaya, dibuka sejak 1969.
Bubur Haji Zaenal ini terdiri dari toping pelengkap diatas bubur ada suwiran daging ayam, ati ampela, daun bawang, cakwe, dan berambang goreng.
Semangkuk lengkap bubur ayam dibandrol mulai dari Rp15,000 sampai Rp20,000 saja.
8. Nasi Cikur Penyerutan
Nasi Cikur Penyerutan menjadi salah satu kuliner khas dari Tasikmalaya. Diperkirakan sudah buka sejak puluhan tahun lamanya, namun belum pasti kapan tahun pertama berdirinya.
Salah satu warung yang menyediakan nasi cikur ini ada di kedai Nyonya Iyen, berlokasi di jalan Panyerutan, Nagarawangi, Kecamatan, Cihideung, Tasikmalaya.
Rasa dan aroma nasi cikur ini begitu khas, apalagi disantap dengan aneka lauk pauk khas Sunda. Oh iya, dalam bahasa Indonesia cikur artinya kencur.
9. Mie Baso Cicim
Selanjutnya adalah mie baso Cicim, yakni terdiri dari baso sapi dan lacupan. Lacupan sendiri merupakan makanan yang terbuat dari tepung beras dibuat menyerupai otak-otak.
Makanan satu ini tersedia dalam dua pilihan, yaitu bakso yamin dan bakso kuah. Kedua varian tersebut memiliki cita rasa yang enak dan nikmat. Mie baso Cicim ini masuk dalam daftar tempat makan hits di Tasikmalaya.
Mie baso Cicim berlokasi di Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
10. Raja Sate Maranggi
Taman Harapan No.5, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Sate Maranggi olahan sate khas Tasikmalaya ini terbuat dari daging sapi dengan potongan yang besar-besar. Daging sapi ditusuk kemudian di bakar lalu disiram dengan bumbu kecap.
Raja Sate Maranggi jadi salah satu restoran yang paling dikenal di kota Tasikmalaya. Rasanya nikmat, dagingnya empuk. Cocok disantap dengan lontong atau nasi hangat.
11. Nasi TO Tasik
Nasi TO Tasik ini jadi salah satu kuliner khas dari Tasikmalaya. TO sendiri adalah singkatan dari Tutug Oncom, ya makanan ini adalah campuran nasi biasa dengan oncom yang ditumbuk (ditutug) dan merupakan makanan khas Sunda.
Bahan yang dipakai untuk nasi TO ada nasi putih, bawang putih, oncom, bawang merah, kencur, cabai, kemangi, gula dan garam.
Biasanya satu porsi nasi TO ini disajikan dengan aneka lauk pauk seperti telur dadar, ikan, ayam goreng, aneka lalapan hingga sambal.