Menurutnya, selama masa inkubasi jeda antara kena virus membutuhkan waktu antara seminggu sampai 10 hari untuk membuat hasil tes positif. Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa parameter berbahaya dari suatu varian baru. Di antaranya, Apakah lebih cepat menular? Apakah gejalanya lebih berat? Dan apakah menghindari sistem imun tubuh?
"Nah pertanyaannya kenapa bisa lebih cepat menular? Secara mekanistik memang belum banyak yang meneliti atau belum banyak publikasinya. Namun, yang kita tahu kenapa ini mengkhawatirkan, ada 50 titik perubahan bahasa genetik dari virus ini," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa sebanyak 30 titik mutasi di antaranya adalah perubahan yang memengaruhi protein spike atau protein tanduk. Sementara 15 di antaranya yang mengkode reseptor binding domain.
"Intinya Omicron mungkin lebih efisien dalam menularkan. Karena proyeksi awal Omicron lebih cepat 500 persen dibandingkan dengan varian Wuhan yang sebelumnya," tuntasnya
(Martin Bagya Kertiyasa)